Entri Populer

Jumat, 13 April 2012

Resensi Buku Seni


Nama              : Wahid Irfan Maghfuri
NIM                : 09410170
Kelas               : PAI-A
RESENSI BUKU

I. Identitas Buku
Judul Buku      : Kritik Seni : Wacana, Apresisasi dan Kreasi
Penulis             : Dr. Nooryan Bahari, M.Sn
Penerbit           : Pustaka Pelajar
Kota Terbit      : Yogyakarta
Tahun Terbit    : 2008
Tebal Buku      :viii + 198 hlm
Cetakan           : pertama


II. Ikhtisar
Buku Kritik Seni : Wacana, Aprseisasi dan Kreasi ini merupakan buku yang berisikan hal-hal berkaitan dengan seni. Di dalamnya terdapat beberapa tujuh bab yang menjelaskan mengenai kesenian seperti corak dan gaya, apresiasi dan evaluasi terhadap seni serta kritik seni.
Bab I merupakan pendahuluan yang berisikan tentang pengertian kritik seni, tujuan dan fungsi, unsur-unsur kritik seni dan  aspek yang dikritik. Pengertian dari kritik seni yaitu mengevaluasi atau meneliti karya seni atau literatur dengan tujuan memahami karya seni, apa latar belakang dibuatnya karya tersebut, motif apa yang ingin disampaikan sehingga seseorang dapat mengetahui baik buruknya karya tersebut. Sedangkan fungsi dari kritik seni yaitu sebagai jembatan antara seniman dan penikmat seni. Unsur-unsur yang terdapat dalam kritik seni ada empat yaitu deskripsi, analisis formal, interpretasi, dan penilaian.
Bab II menjelaskan mengenai kebudayaan dan kesenian. Ada beragam pengertian mengenai kebudayaan. Namun secara garis besar kebudayaan dapat didefinisikan sebagai keseluruhan pengetahuan, kepercayaan dan nilai yang dimiliki oleh manusia sebagai makhluk sosial. Juga dijelaskan mengenai percampuran dan perubahan budaya.
Pada bahasan  kesenian dijelaskan antara lain mengenai pengertian kesenian yang menekankan pada kebutuhan estetik. Wujud kesenian dibagi menjadi lima yaitu seni rupa, seni musik, seni tari, seni drama, dan seni sastra.
Bab III berisi tentang seni dan seni rupa. Pengertian seni saat ini berbeda dengan pengertian seni pada saat sebelum  Perang Dunia II. Seni merupakan keterampilan yang diperoleh dari pengalaman, belajar, atau pengamatan-pengamatan. Sedangkan seni rupa yang dibahas di sini merupakan tonggak dari sejarah seni. Hal itu karena sejarah kesenian baik seni tari, musik dan lain-lain diteliti melalui artefak yang tidak lain adalah seni rupa.
Pembahasan mengenai seni rupa mencakup media dan teknik dalam seni rupa, fungsi dan nilai seni rupa, dan penggolongan jenis seni rupa. Seni rupa digolongkan menjadi tiga yaitu seni murni (seni lukis, gambar, patung, grafis), seni terapan (desain interior, arsitektur, tekstil, grafis, dan produk industri), dan seni kria.
Bab IV mengenai elementer kesenianrupaan. Dasar yang digunakan dalam kritik seni adalah pengetahuan mengenai medium seni dalam pengertian luas, yang meliputi isi dan tema karya seni, dann pengertiann terbatas karya seni yang mencakup bahan baku. Selain itu latar belakang budaya dan sejarah merupakan modal dasar dalam kritik seni. Hal ini dikarenakan dalam pertumbuhannya banyak sekali seni rupa yang mengalami gejala baru yang tidak bisa dilepaskan begitu saja dari pertumbuhan yang mendahuluinya.
Bab V mengungkapkan mengenai corak dan gaya seni. Aliran-aliran yang dibahas adalah aliran-aliran di Barat serta aliran yang ada di Indonesia. Aliran di Barat sedikitnya ada 19 aliran sedangkan bahasan aliran-aliran  di Indonesia mnjelaskan mengenai sejarah seni rupa di Indonesia.
Bab VI adalah Apresiasi dan Evaluasi. Apresiasi seni merupakan suatu proses sadar yang dilakukan seseorang dalam menghadapi dan memahami karya seni. Apresiasi menuntut keterampilan dan kepekaan estetis guna mendapatkan pengalaman estetis ketika mengamati karya seni rupa. Sedangkan metode yang digunakan dalam mengevaluasi karya seni ada empat yaitu metode induktif, deduktif, empati, dan interaktif.
Bab VII mengulas tentang Kriteria dan tipe kritik seni. Memahami kriteria tentang seni mencakup mengakkan penilaian karena setiap periode kelahiran karya seni mempunyai standar atau kriterianya seendiri-sendiri. Tipe-tipe kritik seni ada empat  yaitu kritik jurnalistik,  kritik pedagogik, kritik ilmiah, dan kritik populer.
III. Kelebihan dan Kekurangan
A. Kelebihan         
Buku karya Dr. Nooryan Bahari ini mempunyai beberapa kelebihan salah satunya adalah dapat memberikan  gambaran mengenai kesenian. Di dalamnya dibahas secara sistematis mengenai  pengertian seni yang kemudian penggolongannya sampai pada akhirnya tentang kritik seni. Buku ini dapat dijadikan panduan untuk mengolah dan mengasah dasar-dasar dalam kritik seni.
Selain itu, buku ini juga menggunakan berbagai pendekatan baik itu sejarah maupun psikologi. Oleh karenanya buku ini dirasa mewakili pengertian-pengertian mengenai seni dari berbagai sudut pandang.
B. Kekurangan
       Penyajian buku ini meskipun mempunyai beberapa kelebihan namun ada pula kekurangannya. Dalam hal ini adalah dari cara penyajian yang panjang-panjang. Penyajian tiap-tiap paragaraf, rata-rata disajikan dengan beberapa garis yang menjadikan tiap paragraf itu terkesan panjang dan membuat orang menjadi malas untuk membacanya.

IV. Kesimpulan
            Buku Kritik Seni : Wacana, Apresiasi, dan Kreasi karya Dr. Nooryan bahari ini merupakan buku yang menjelaskan mengenai dasar-dasar mengenai kritik seni. Buku ini mengajak para pembacanya untuk mempunyai daya kritis terhadap suatu karya seni untuk melihat dan memahami sejauh mana nilai-nilai yang ingin diungkapkan oleh seseorang melalui suatu karya seni.
Buku ini dapat digunakan sebagai referensi bagi mahasiswa terutama mahasiswa jurusan seni, guru seni maupun mahasiswa lain yang tertarik pada kesenian. Namun juga tidak menutup kemungkinan bagi para pembaca dari kalangan guru-guru, masyarakat umum yang ingin mengetahui teknik dan metode dalam mengkritisi karya seni.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar